Autogear.id - Bicara kinerja rem yang pakem, terdapat komponen penting yang acapkali luput dari perhatian, yaitu minyak rem. Perannya sangat vital, untuk memastikan sistem pengereman optimal.
Minyak rem berfungsi meneruskan tekanan dari tuas atau pedal rem, ke sistem pengereman di roda. Saat tuas rem ditekan, disalurkan untuk menggerakkan piston. Sehingga kampas menekan cakram dan memperlambat laju kendaraan. Proses ini harus berlangsung baik, agar pengereman responsif.
Seiring pemakaian, kualitas minyak rem dapat menurun. Salah satu penyebab, lantaran minyak rem bersifat gampang menyerap uap air dari udara. Lama-lama, kandungan air ini membuat kinerja tidak optimal lagi.
Akibatnya, kemampuan minyak rem dalam menghantarkan tekanan berkurang. Pengereman menjadi terasa kurang pakem, lebih lambat, atau tidak se-responsif biasanya. Membuat rem terasa seperti ‘kosong’.
Selain itu, campuran air di dalam minyak rem juga dapat memicu karat pada komponen sistem pengereman. Jika dibiarkan, bisa berdampak pada menurunnya performa rem secara keseluruhan dan berisiko mengganggu keselamatan berkendara.
“Ketika minyak rem tidak dalam kondisi baik, kemampuan meneruskan tekanan akan menurun. Membuat pengereman kurang responsif, berpotensi mengurangi daya cengkeram,” ungkap Technical Analyst PT Wahana Makmur Sejati, Wahyu Budhi. Oleh karena itu, pengendara perlu mengenali tanda-tanda minyak rem sudah harus diganti, antara lain:
1. Warna Gelap
Awalnya bening kekuningan, minyak rem bisa berubah jadi lebih gelap. Ini biasanya karena sudah tercampur kotoran atau menyerap air. Jika dibiarkan, kualitasnya menurun dan tidak lagi bekerja dengan baik.
2. Tarikan Rem Lebih Dalam
Rem terasa lebih dalam saat ditekan atau ditarik, dan tidak se-responsif biasanya. Kondisi ini sering disebut ‘rem ngempos’, dan jadi tanda performa minyak rem sudah menurun.
3. Performa Pengereman Menurun
Rem terasa kurang pakem atau butuh jarak lebih panjang untuk berhenti. Respon bisa terasa tidak konsisten, terutama saat kondisi darurat. Jika dibiarkan, risiko rem tidak bekerja maksimal bisa meningkat.
Meski tanda-tanda tersebut dapat dikenali, penggantian minyak rem sebaiknya tidak menunggu gejala muncul. Secara umum, penggantian dianjurkan di bengkel resmi AHASS. Dilakukan setiap 24 bulan (2 tahun) atau 24.000 km, mana yang tercapai lebih dulu.
(uda)
