Autogear.id - Zurich Indonesia melihat, potensi pertumbuhan asuransi kendaraan hingga saat ini masih positif. Datanya bertumbuh sekitar 8 persen, hingga akhir Oktober 2025 (year to date), dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Meski industri otomotif menantang, loyalitas nasabah serta kolaborasi dengan dealer, maupun mitra pembiayaan menjadi pendorong Zurich Indonesia, dalam mencatatkan kinerja positif tersebut.
“Asuransi kendaraan masih positif, bertumbuh 8 persen hingga akhir Oktober 2025 (year to date). Penambahannya sebagian dibantu juga oleh asuransi EV (kendaraan listrik),” kata Country Manager Zurich Indonesia, Edhi Tjahja Negara, dalam sesi talkshow di MT Haryono, Rabu (26/11/2025).
Lanjut Edhi lagi, untuk tahun 2026, kalau berbicara dengan sejumlah agen pemegang merek (APM), kelihatannya sektor otomotif agak sedikit membaik, walaupun belum sepenuhnya pulih. Dibandingkan dengan tahun 2025, angka pertumbuhannya kelihatan semakin positif.

“Pertumbuhan EV pun sejauh ini kita lihat peningkatannya cukup tinggi, tetapi kan tahun depan menunggu bagaimana kebijakan untuk bea masuk dari Pemerintah. Kita memperhatikan itu, karena akan berdampak pada penjualan mobil listrik,” tuturnya.
Adapun terkait dicabutnya subsidi kendaraan listrik pada tahun depan, PT ZAI menurut Edhi masih memperhatikan, apakah nanti subsidi dicabut, harga mobil listrik akan naik. “Kalau naik, ya mungkin tidak sesedikit tahun ini penjualannya,” terangnya.
Zurich Indonesia Tumbuh Positif pada GWP
Memasuki penghujung tahun 2025, Zurich Indonesia yang terdiri atas PT Zurich Asuransi Indonesia Tbk (ZAI), PT Zurich General Takaful Indonesia (Zurich Syariah), dan PT Zurich Topas Life (Zurich Life) mencatatkan pertumbuhan positif pada pertumbuhan pendapatan premi bruto (gross written premium/GWP).
Hingga Oktober 2025 (year to date) ZAI tumbuh 15 persen, Zurich Syariah tumbuh 17 persen, dan 9 persen untuk Zurich Life. Capaian ini merefleksikan kemampuan Zurich Indonesia, untuk tidak hanya bertahan di tengah dinamika industri, tetapi juga terus bertumbuh secara berkelanjutan.
Edhi menyampaikan, pertumbuhan positif tahun ini mencerminkan kekuatan fundamental bisnis Zurich Indonesia. Beserta kemampuan dalam beradaptasi untuk menghadirkan layanan yang relevan dengan kebutuhan nasabah.

“Kami berkomitmen untuk mendorong pertumbuhan optimal di Indonesia dengan memperluas jaringan di tengah pasar yang dinamis, terutama pada asuransi kendaraan bermotor, kesehatan, perjalanan, dan properti,” pungkasnya.
Optimisme terhadap prospek industri asuransi ini turut diperkuat Ekonom dan Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Indonesia (UI) Prof. Dr. Telisa Aulia Falianty.
“Saya melihat industri asuransi akan memasuki fase pertumbuhan baru pada 2026, seiring membaiknya indikator ekonomi nasional, seperti konsumsi rumah tangga, daya beli kelas menengah, serta ekspektasi penurunan suku bunga global,” ungkapnya.
Telisa menambahkan, ketika ketidakpastian ekonomi mereda, permintaan terhadap produk proteksi cenderung meningkat. Karena masyarakat mulai memikirkan kembali mitigasi risiko jangka panjang.
(uda)
