Autogear.id – Chery Tiggo 9 CSH diajak nongkrong bareng oleh komunitas media otomotif Otocibubur yang berdomisili di kawasan Cibubur, Jakarta Timur, dan sekitarnya.
Tetapi ternyata bukan sekadar kongkow-kongkow, melainkan diisi kegiatan seru nonton bareng gelaran Piala Dunia 2026, yang ditayangkan di salah satu stasiun televisi di Indonesia.
“Selama ini nongkrong bareng kami isi kegiatan wisata kuliner, olahraga pagi, dan touring bermotor. Tapi kali ini, mumpung ada tanding bola skala internasional, kami jadikan momentum ini untuk nongkrong bareng. Perkuat silaturahmi sambil sedikit melepas penatnya rutinitas deadline,” jelas Ketua Pelaksana Nongkrong Bareng, Hendra Suhara, Minggu (12/7).
Nongkrong Bareng sambil menyaksikan tanding bola kelas internasional, menurut Hendra memberi perbedaan atmosfer yang terbentuk selama ini.
“Kita bisa nikmati bareng-bareng serunya nonton pertandingan sepakbola, merasakan kehangatan momen bersama keluarga dan sahabat,” tambahnya.
Hadirnya satu unit Chery Tiggo 9 CSH dipakai selama kegiatan berlangsung. Tidak hanya sekadar mejeng jadi kendaraan pemanis, teknologi Vehicle-to-Load (V2L) nya digunakan untuk mendukung acara.
Lewat fitur V2L tersebut, mobil sport utility vehicle (SUV) ini mampu menyuplai daya listrik hingga 6,6 kW (6.600 Watt) menggunakan adaptor khusus.
Memungkinkannya sebagai sumber listrik eksternal, mengoperasikan berbagai perangkat elektronik. Mulai dari televisi untuk menonton siaran Piala Dunia 2026, mesin pembuat kopi, hingga perangkat pendukung lainnya.
Dalam kegiatan ini terlihat, kalau fitur tersebut menjadi solusi praktis, ketika kegiatan komunitas dilakukan di area terbuka atau lokasi dengan keterbatasan akses listrik.
Pemanfaatan fitur V2L pada kegiatan ini menjadi contoh, bagaimana teknologi kendaraan dapat memberi nilai tambah bagi aktivitas harian. Mendukung berbagai momen kebersamaan di luar fungsi mobilitas.
Sedikit pengingat, Chery Tiggo 9 CSH merupakan SUV flagship 7-penumpang. Mengedepankan teknologi khas Chery Super Hybrid (CSH), dengan sistem Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV).
Mobil Tiggo 9 CSH memadukan mesin 1.5L Turbo dengan motor listrik, untuk menghasilkan performa yang diklaim responsive, sekaligus efisien dalam konsumsi bahan bakar.
Teknologi CSH pada Tiggo 9 CSH memungkinkannya berjalan menggunakan tenaga listrik penuh (mode EV), maupun mode kombinasi bensin-listrik.
Dalam mode EV, kemampuan jarak tempuh baterai murni mencapai lebih dari 180 km. Sementara jarak tempuh kombinasi, mesin konvensional, tembus lebih dari 1.400 km.
Alhasil, kemampuan tadi diakui menawarkan ketenangan dan kepuasan bagi penggunanya, untuk mobilitas harian atau bepergian jarak jauh.
Lebih lanjut dijelaskan, Tiggo 9 CSH makin praktis dan dapat diandalkan, berkat penggunaan baterai pendukung performa pengisian cepat, dari 30 – 80 persen hanya butuh 20 menit.
(uda)
