Autogear.id – PT Astra Daihatsu Motor (ADM) meresmikan pabrik baru Karawang Assembly Plant 2 (KAP 2), di Kawasan Industri Surya Cipta, di Karawang Timur, Jawa Barat.
Merupakan pabrik ADM ke-6, luasnya lebih dari 26 hektar, dibangun untuk memenuhi kebutuhan pelanggan pasar otomotif domestik dan global yang terus berkembang.
Selain menjadi basis produksi untuk grup Daihatsu di luar Jepang, pembangunannya merupakan wujud komitmen investasi keberlanjutan di masa depan.
Menghadirkan teknologi manufaktur proses produksi mobil yang lebih modern, ramah lingkungan, serta memiliki produktivitas tinggi. Pabrik baru ini diresmikan Menteri Perindustrian Republik Indonesia (Menperin RI), Agus Gumiwang Kartasasmita, dihadiri Duta Besar Jepang untuk Indonesia, Yasushi Masaki.
Kemudian turut hadir tiga perwakilan pemegang saham PT ADM, seperti President of Daihatsu Motor Co., Ltd. (DMC), Masahiro Inoue; Direktur PT Astra International Tbk, Gidion Hasan; Senior Executive Officer of Toyota Tsusho Corporation, Shigeru Harada.
Didampingi Presiden Direktur ADM Yasushi Kyoda, Wakil Presiden Direktur ADM Erlan Krisnaring Cahyono; perwakilan supplier, distributor, serta mitra strategis lainnya.
Menperin RI mengatakan pemerintah memberi apresiasi setinggi-tingginya kepada PT ADM atas pencapaian ini. Juga kepada Daihatsu Motor Co., Ltd., Jepang, yang berkomitmen mempercayakan ADM sebagai basis produksi di luar Jepang.
“Semoga ADM dapat terus mengembangkan model sesuai tren otomotif, memperkuat partisipasi industri, melibatkan rantai pasok lokal. Agar memperbesar tingkat penggunaan komponen dalam negeri, serta memantapkan posisi sebagai salah satu produsen kendaraan bermotor roda empat terbesar di Indonesia, di Asia Tenggara, bahkan di dunia,” tutur Menperin di Karawang (27/2/2025).
Nilai Investasi Rp2,9 Triliun
Pabrik baru KAP 2 punya tiga fasilitas utama, yaitu Body (Bodi), Painting (Pengecatan), dan Assembling (Perakitan) terintegrasi. Menggunakan teknologi terkini, menerapkan konsep inovatif E-SSC (Evolution, Simple, Slim, Compact).
Konsep ini mengaplikasikan proses produksi modern, produktivitas tinggi, ramah lingkungan dengan penggunaan energi terbarukan. Optimalisasi produksi mampu mengurangi emisi karbon hingga 20 persen, serta tempat kerja lebih aman dan nyaman.
Pabrik baru KAP 2 didesain dengan konsep tanpa dinding. Menghasilkan sirkulasi udara lebih baik, dan mampu memberi efisiensi penggunaan tenaga listrik lebih optimal. Selain itu utilisasi peningkatan teknologi robotic, mampu menghasilkan produk berkualitas tinggi.
Begitupula untuk mengoptimalisasi proses pengecatan, dapat menghilangkan polusi air, tempat kerja lebih aman dan nyaman bagi karyawan, serta mengimplementasikan panel surya sebesar 3 Mega Watt sebagai sumber daya listrik terbarukan.
Pabrik baru ini memproduksi model kolaborasi LCGC, yakni Daihatsu Ayla dan Toyota Agya, dalam memenuhi permintaan pasar otomotif domestik dan global. Sekaligus menandakan langkah strategis, dalam meningkatkan kontribusi ekspor kendaraan buatan Indonesia ke mancanegara. Pabrik baru ini juga didesain untuk dapat memproduksi kendaraan masa depan.
Dengan nilai investasi sekitar Rp2,9 triliun, pabrik KAP 2 memiliki kapasitas produksi hingga 140.000 unit/tahun. Secara total, pabrik ADM juga mampu memproduksi kendaraan hingga lebih dari 530 ribu unit/tahun untuk pasar domestik dan global.
Didukung 700 UMKM dan Tingkat Lokalisasi Lebih 80 Persen
Kemampuan produksi ini juga didukung lebih dari 1.700 supplier, termasuk 700 UMKM, serta tingkat lokalisasi yang mencapai lebih dari 80 persen, untuk semua kendaraan yang diproduksi.
"Kami bersyukur dapat membuka fasilitas pabrik baru KAP 2 ini sebagai wujud investasi keberlanjutan masa depan,” ujar President Director PT ADM, Yasushi Kyoda.
Menurutnya, ADM berusaha terus berinovasi dalam teknologi manufaktur yang lebih produktif dan efisien, ramah lingkungan, sesuai kebutuhan industri dan pasar otomotif yang terus berkembang.
“Pembaruan pabrik ini merupakan tonggak penting kami untuk menuju masa depan, serta wujud komitmen kami untuk kerjasama yang berkelanjutan dengan Indonesia," pungkasnya.
(uda)