Geotab Bareng SMI Merilis Manajemen Armada Cerdas, Dorong Efisiensi Sektor Logistik di Tanah Air

(kiri-kanan) Sudaryono (PT Solusi Monitoring Indonesia), Natasya (Alamui), dan Adam Ahmad (Geotab) berfoto bersama dalam acara Geotab Dine & Connect yang berlangsung di Jakarta, Rabu (19/11/2025)
(kiri-kanan) Sudaryono (PT Solusi Monitoring Indonesia), Natasya (Alamui), dan Adam Ahmad (Geotab) berfoto bersama dalam acara Geotab Dine & Connect yang berlangsung di Jakarta, Rabu (19/11/2025)

Autogear.id – Geotab sebagai perusahaan solusi transportasi terhubung berskala global memahami, sektor logistik Indonesia terus berkembang pesat.

Namun di pelupuk mata, sejumlah tantangan masih menjadi kendala, antara lain terkait efisiensi operasional di berbagai lini.

Sebut saja mulai dari pengiriman dalam kota, hingga distribusi antar pulau. Pelaku industri menghadapi sejumlah kendala seperti kemacetan, armada menua, infrastruktur terbatas, hingga minimnya pengemudi terlatih.

Bahkan jika sedikit membuka data Badan Pusat Statistik (BPS), tingkat kemacetan Jakarta mencapai 53% pada 2023. Sementara lebih dari 60% armada truk nasional berusia di atas 10 tahun.

Kondisi tersebut pada akhirnya meningkatkan risiko kerusakan, dan menurunkan efisiensi penggunaan bahan bakar kendaraan.

Dalam situasi tersebut, pemanfaatan teknologi menjadi kebutuhan strategis. Sehingga Geotab berinisiatif melakukan kolaborasi dengan Solusi Monitoring Indonesia (SMI).

Keduanya resmi memperkenalkan teknologi telematika terbaru di Indonesia, yang bertujuan mendorong transformasi digital armada, dan meningkatkan daya saing industri logistik nasional.

Mengingat selama ini SMI yang didirikan pada 2019, berfokus pada teknologi pemantauan lintas industri. Mulai dari pertambangan, konstruksi, geoteknik, hingga transportasi.

Melalui komitmen menghadirkan solusi akurat dan relevan bagi kebutuhan pasar Indonesia, SMI memposisikan diri sebagai mitra strategis, dalam modernisasi operasional berbasis data.

“Data kini menjadi kunci transformasi cara kerja industri logistik,” tutur Senior Regional Manager Geotab APAC, Ezanne Soh.

Menurutnya, kolaborasi dengan SMI membantu operator armada di Indonesia memanfaatkan data, untuk beroperasi secara lebih aman, efisien, dan berkelanjutan.

Direktur SMI Sudaryono Widodo dalam keterangannya mengatakan, sejak awal pihaknya percaya, bahwa pemantauan berbasis data adalah fondasi masa depan industri di Indonesia.

“Melalui kolaborasi strategis ini, kami siap menghadirkan standar baru dalam transformasi digital armada di tanah air,” ujar Sudaryono.

Menyangkut kemitraan, SMI ditunjuk sebagai authorized partner Geotab di Indonesia. Penunjukan ini menggabungkan kekuatan teknologi global perusahaan, bersama pemahaman mendalam SMI terhadap kebutuhan dan tantangan lokal.

Solusi telematika Geotab memberi akses data armada secara real-time, analitik prediktif, serta wawasan operasional yang dapat langsung ditindaklanjuti.

Alhasil, operator armada dapat meningkatkan efisiensi rute, memantau konsumsi bahan bakar, memperkuat aspek keselamatan, dan meningkatkan keberlanjutan operasional.

Regional Partner Account Manager Geotab untuk Asia Tenggara, Adam Ahmad menegaskan, telematika kini menjadi standar baru, mengubah data mentah menjadi wawasan strategis. Guna mendorong produktivitas dan optimalisasi operasional.

“Hal tersebut mampu mempercepat produktivitas dan memperkuat optimalisasi operasional di berbagai sektor,” tukasnya.

Melalui kombinasi kemampuan diagnostik Geotab dan keahlian implementasi lokal SMI, perusahaan logistik kini dapat mengakses solusi armada terpadu, yang dirancang khusus untuk kebutuhan pasar Indonesia.


(uda)