Autogear.id - Yamaha Aerox diakui PT Yamaha Indonesia Motor Mfg. (YIMM) memiliki performa tinggi, dan basis penggemar kuat di Indonesia.
Tetapi performa mesin agresifnya ini takkan bertahan lama tanpa perawatan tepat. Salah satunya adalah dengan memilih oli mesin yang tepat untuknya.
Diketahui, oli berfungsi sebagai pelumas untuk mengurangi gesekan antar komponen, menjaga suhu mesin tetap stabil, serta mencegah keausan dini.
Ketika pilihan oli di pasaran semakin banyak, pemilik Aerox perlu lebih teliti menentukan produk yang sesuai karakter mesin dan pola penggunaan harian.
Mengapa Pemilihan Oli Sangat Penting?
Menurut situs resmi Yamaha, oli adalah fondasi utama performa mesin. Tanpa pelumasan yang optimal, mesin akan lebih cepat panas dan komponen internal berisiko aus lebih dini.
Aerox yang mengusung mesin bertenaga dan responsif, kualitas oli sangat berpengaruh terhadap daya tahan mesin dalam jangka panjang.
Selain sebagai pelumas, oli juga berperan dalam membantu proses pendinginan mesin dengan menyerap panas dari pembakaran.
Artinya, oli yang tepat akan menjaga kestabilan suhu mesin, terutama saat motor digunakan dalam kondisi macet atau perjalanan jarak jauh.
Jenis Oli yang Direkomendasikan untuk Yamaha Aerox
Aerox dibekali mesin seperti Blue Core yang dirancang efisien namun tetap bertenaga. Mendukung karakternya, direkomendasikan sejumlah varian oli dengan spesifikasi sebagai berikut:
1. Oli dengan Viskositas 10W-40
Aerox butuh oli dengan viskositas 10W-40, artinya memiliki kekentalan yang sesuai untuk berbagai kondisi suhu. Angka ‘10W’ menunjukkan kekentalan oli saat suhu dingin, sedangkan ‘40’ menunjukkan kekentalan oli saat mesin mencapai suhu kerja optimal.
Pelumas atau oli dengan viskositas ini sangat cocok untuk iklim tropis seperti di Indonesia, di mana suhu lingkungan sering kali tinggi.
2. Oli Sintetis
Meskipun oli mineral masih banyak digunakan, oli sintetis memberikan perlindungan lebih baik untuk mesin Aerox.
Dijelaskan kalau oli sintetis lebih stabil pada suhu tinggi, dan tak mudah menguap, sehingga memberi perlindungan lebih baik di kondisi seperti terjebak macet atau saat perjalanan jauh.
Untuk oli sintetis juga dapat membantu menjaga kebersihan mesin dengan mencegah penumpukan kerak karbon.
3. Oli dengan Standar JASO MB
Untuk motor matic seperti Aerox, penting menggunakan oli yang memiliki standar JASO MB. Standar oli yang dirancang khusus motor dengan transmisi otomatis.
JASO MB punya daya gesek rendah, cocok untuk motor matic yang mengandalkan sistem CVT (Continuously Variable Transmission), untuk transmisi daya.
4. Oli dengan Teknologi Anti-Oksidan
Oli berteknologi anti-oksidan juga direkomendasikan untuk Aerox. Mencegah oli teroksidasi atau rusak akibat paparan udara dan panas berlebih.
YIMM mengatakan, apabila oli teroksidasi akan kehilangan kualitas pelumasan, serta tidak lagi efektif melindungi mesin.
Tips Memilih Oli yang Tepat untuk Yamaha Aerox
Selain memahami spesifikasi teknis, ada beberapa faktor praktis yang perlu diperhatikan sebelum membeli oli:
1. Cek Label dan Sertifikasi
Pastikan oli memiliki sertifikasi resmi seperti JASO MB. Sertifikasi ini menjadi indikator bahwa oli telah diuji dan sesuai dengan kebutuhan mesin motor matic.
2. Perhatikan Tanggal Kadaluarsa
Tak banyak yang tahu, kalau oli punya masa simpan. Gunakan oli kadaluwarsa berisiko menurunkan kemampuan pelumasan, dan berdampak buruk pada mesin.
3. Sesuaikan dengan Kebutuhan Berkendara
Untuk penggunaan berat seperti perjalanan jauh atau lalu lintas padat, oli sintetis lebih disarankan. Sementara untuk penggunaan harian jarak pendek, oli semi-sintetis atau mineral bisa menjadi opsi yang lebih ekonomis.
Kapan Waktu yang Tepat untuk Mengganti Oli?
Penggantian oli secara rutin adalah langkah preventif paling efektif, untuk menjaga performa Yamaha Aerox. Idealnya, oli diganti setiap 2.500–3.000 kilometer atau setiap 3–4 bulan, tergantung intensitas penggunaan.
Beberapa tanda oli sudah harus diganti antara lain warna oli sudah menghitam, performa mesin menurun dan indikator tanda oli muncul.
(uda)