Autogear.id – Jaecoo J5 EV masih menjadi pilihan kuat konsumen Jaecoo di tanah air. Di mana dikatakan Head of Marketing Jaecoo Indonesia Mohamad Ilham Pratama, produk tersebut viral hingga tembus lebih dari 12 ribu SPK.
“Pada hari kedua setelah diluncurkan J5, sukses mencatatkan 2.000 SPK. Bahkan pada acara GJAW 2025 tembus di angka 6.000 SPK, dan lebih dari 12 ribu SPK di Januari 2026. Ini sebuah catatan yang sangat baik,” terang Ilham di RDM Villa, Sentul, Bogor, Jawa Barat, di sela-sela touring Forum Wartawan Otomotif, Jumat (23/1/2026) malam.
Namun diakuinya, sebenarnya J5 ini tidak sekonyong-konyong bisa viral atau sukses dalam angka penjualan. Hal ini terjadi lantaran dukungan teman-teman media, khususnya para wartawan otomotif. “Karena tanpa pemberitaan atau informasi yang dikembangkan atau dibuat oleh teman-teman media, Jaecoo J5 EV tentunya sulit diketahui publik,” ucap Ilham.
Menurutnya, apabila dilihat dari riset yang mereka lakukan sendiri, pembeli J5 itu lebih banyak mendapatkan informasi dari pemberitaan. Para pembeli mendapatkan validasi dari pemberitaan media.
Ilham melanjutkan, hingga kemudian mungkin banyak yang bertanya, kapan unit J5 dikirim? Dan mungkin itu hal yang menjadi topik hangat dari Jaecoo J5 belakangan ini. Walaupun akhirnya para pembeli mendapat update informasi, juga dari teman-teman media, terkait kapan pengiriman, bagaimana produksi, dan lain sebagainya.
Jaecoo Indonesia sendiri baru saja melakukan serah terima seremonial 3.000 unit J5 EV kepada konsumen, Sabtu (24/01/2026). Yang mana unit yang diserahkan ini adalah jatah bagi konsumen yang telah melakukan SPK periode 5 - 21 November 2025.
Sementara total unit J5 EV yang sudah terjual di Indonesia lebih dari 12.000 unit sejak pre-booking. Adapun dalam strategi percepatan serah terima ke konsumen, dari total penjualan unit, Jaecoo Indonesia gunakan fasilitas pabrik PT Inchcape Indomobil Manufacturing Indonesia, di Wanaherang, Bogor, Jawa Barat, yang juga merupakan pabrik Mercedes-Benz.
Pabrik tersebut dikatakan Ilham, diyakini perusahaannya bisa meningkatkan kapasitas produksi unit J5 EV, untuk mengejar kuota yang harus dikirimkan ke konsumen sesegera mungkin.
Jaecoo Indonesia juga menawarkan program asuransi Price Lock Insurance dengan biaya Rp8 juta, bagi konsumen yang melakukan SPK hingga Desember 2025, untuk menjamin potensi kenaikan harga J5 EV pada 2026, jika insentif kendaraan listrik tidak dilanjutkan.
Pengecualian bagi konsumen yang telah membayar tanda jadi, sekaligus melunasi pembayaran mobil, maka tetap mendapatkanyya sesuai harga awal. Yakni tipe Standard Rp249,9 juta, dan Premium Rp299,9 juta.
Secara spesifikasi, baik tipe Standard maupun Premium sama-sama menggunakan motor listrik bertenaga 201 dk dan torsi 288 Nm. Bisa menorehkan akselerasi 0-100 km/jam dalam 6,9 detik. Dibekali baterai 60,9 kWh, jarak tempuh dalam sekali pengecasan adalah 461 km.
(uda)
