Automechanika 2026 Indonesia Dongkrak Industri Komponen Otomotif Lokal

Automechanika 2026 Indonesia Dongkrak Industri Komponen Otomotif Lokal
Automechanika 2026 Indonesia Dongkrak Industri Komponen Otomotif Lokal

Autogear.id - Automechanika, pameran komponen dan aftermarket otomotif internasional yang pertama kali digelar pada 1971, kini hadir perdana di Indonesia.

Dihelat di Nusantara International Convention Exhibition (NICE), PIK 2, Tangerang, Banten (24-27/9/2026), pameran ini mempertemukan pelaku industri otomotif Indonesia dengan pemain global di sepanjang rantai pasok.

Gelaran Automechanika Jakarta, Indonesia ini diikuti 339 eksibitor dari 15 negara dan wilayah. Menempati ruang pamer sekitar 20.800 meter persegi, mencakup empat hall indoor dan area outdoor.

Diketahui, Indonesia tercatat sebagai negara ke-15, yang menjadi tuan rumah pameran Automechanika. Memperkuat posisi Indonesia di mata dunia, terkait industri otomotif beserta pendukungnya.

Wakil Menteri Perindustrian, Faisol Riza mengatakan kehadiran Automechanika Jakarta bukan sekadar menghadirkan produk otomotif, tetapi bertujuan mempertemukan industri nasional dengan ekosistem global.

“Ajang Automechanika Jakarta, Indonesia ini tidak hanya menjadi ajang pameran produk semata, tetapi juga menjadi wadah untuk pertukaran pengetahuan, pengalaman, dan pembelajaran. Pameran ini menjadi perwujudan berbagai perspektif serta sinkronisasi kemitraan baru,” ujarnya dalam Opening Ceremony Automechanika 2026, Jakarta, Indonesia, Kamis (24/9).

Menurutnya, kehadiran pameran berskala internasional tersebut menjadi momentum bagi industri manufaktur Indonesia, untuk meningkatkan keterlibatan dalam rantai pasok otomotif global.

“Hadirnya event internasional ini diharapkan menjadi platform bisnis, yang tidak berhenti pada transaksi produk, tetapi mencakup pertukaran pengetahuan, inovasi, investasi, kemitraan, dan kolaborasi lintas negara,” ungkapnya.

Mendongkrak Industri Komponen Otomotif Lokal

Ketua Umum Gabungan Industri Alat-alat Mobil dan Motor (GIAMM), sekaligus President Director PT Astra Otoparts Tbk, Yusak Kristian Solaeman, menilai penyelenggaraan Automechanika ini menjadi momentum penting bagi industri komponen nasional.

“Sebuah kehormatan dapat menggelar Automechanika untuk pertama kalinya di Indonesia. Merupakan tonggak penting bagi industri otomotif Indonesia, dapat berbagi ide, dalam menghubungkan pelaku industri lokal dan internasional,” ujar Yusak dalam sambutannya.

Dia menambahkan, industri komponen Indonesia telah memiliki kemampuan untuk menembus pasar global melalui ekspor berbagai produk yang diproduksi di dalam negeri.

Diakui, peluang baru bagi produsen komponen lokal tidak hanya menyasar kendaraan ICE. Perkembangan kendaraan elektrifikasi juga mulai terjamah. Untuk mengembangkan produk dan teknologi yang sesuai perubahan kebutuhan industri.

“Kami melihat industri komponen Indonesia memiliki potensi yang besar untuk terus berkembang dan mengambil peran yang semakin kuat dalam global automotive supply chain,” lanjut Yusak lagi.

Bukan Sekadar Pameran Produk

Gelaran Automechanika di tanah air tidak hanya mengandalkan area pameran sebagai daya tariknya. Penyelenggara juga menghadirkan sejumlah program pendukung, seperti business matching, forum kolaborasi rantai pasok, Tech & Skills Workshop, konferensi, hingga kunjungan industri.

Semuanya dirancang untuk mempertemukan perusahaan lokal dengan calon mitra internasional. Sekaligus membuka peluang kerja sama di sektor manufaktur, aftermarket, teknologi, dan layanan otomotif.

Dari sisi produk, cakupan pameran mencakup suku cadang dan komponen, elektrifikasi dan elektronik, aksesori dan kustomisasi, diagnostik dan perbaikan, ban dan pelek, hingga teknologi manufaktur serta logistik dan rantai pasok.

Pameran juga membawa tujuh paviliun luar negeri dari Cina, Uni Eropa, India, Malaysia, Singapura, Taiwan, dan Thailand, serta paviliun Indonesia yang menampilkan 20 UMKM lokal.

Kehadiran pelaku industri dari berbagai negara tersebut membuat Automechanika Jakarta menjadi ruang pertemuan antara kemampuan manufaktur Indonesia, dengan jaringan industri otomotif internasional.

Bagi industri komponen nasional, momentum ini sekaligus membuka peluang memperluas pasar ekspor, membangun kemitraan baru, dan meningkatkan peran Indonesia dalam rantai pasok otomotif kawasan.


(uda)