Autogear.id - Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia (Kemenparekraf RI) bersama salah satu perusahaan pembiayaan di Indonesia meresmikan Desa Carangsari yang terletak di Pulau Dewata, Bali, sebagai Desa Wisata Ramah Berkendara.
Terpilihnya Desa Carangsari, lantaran dilihat dari sisi adaptasi, kolaborasi, dan inovasi sebagai aspek penting dalam pengembangan desa wisata ramah berkendara. Carangsari dianggap telah memenuhi kriteria pendukung yang meliputi infrastruktur seperti jalanan beraspal, penerangan lalu lintas, stasiun pengisian bahan bakar, dan bengkel otomotif.
Sumber daya manusia, termasuk pelaku ekonomi kreatif, pengelola dan pemandu wisata, serta ekosistem pariwisata yaitu tempat wisata, akomodasi, ataupun fasilitas lainnya. Selain itu Desa Carangsari juga memiliki beragam destinasi wisata yang menarik. Mulai dari Taman Beji Samuan, perkebunan cokelat, hingga menyusuri Sungai Ayung yang merupakan sungai terpanjang di Bali.
“Kami mengapresiasi komitmen dan konsistensi pihak yang terus mendukung pengembangan pariwisata dan ekonomi kreatif desa wisata,” kata Direktur Tata Kelola Destinasi, Kemenparekraf/Baparekraf, Indra Ni Tua saat meresmikan desa wisata ramah berkendara, yang turut dihadiri Direktur Utama Adira Finance, Dewa Made Susila, beberapa waktu lalu.
Baca Juga:
Empat Tahun Vakum, IMOS Hadir dengan Komitmen Tinggi di EV
Menurutnya, dengan adanya kolaborasi ini, pihaknya berharap menjadi bentuk adaptasi serta upaya pemulihan perekonomian sektor pariwisata pasca pandemic. Sementara Dewa Made Susila menyampaikan terima kasih kepada segenap pengelola desa wisata, Kemenparekraf RI, Zurich, MUFG, Bank Danamon dan mitra pendukung lainnya.
Dia berharap kolaborasi ini dapat memberi manfaat, tidak terbatas hanya sekadar meningkatkan minat wisatawan lokal untuk berkunjung. Namun juga memberdayakan ekosistem desa wisata setempat. “Kami juga sangat senang, melihat antusiasme komunitas sepeda motor di sini. Apalagi ada salah satu produk kami untuk perlindungan sepeda motor, yakni Motopro,” ujar Dewa.
Motopro kiranya dapat memastikan, bahwa jika terjadi sesuatu pada sepeda motor, pemiliknya akan dilindungi dengan baik. “Kami yakin saat ini berada di posisi yang tepat untuk mendukung konsumen Indonesia,” tukasnya.
Dimeriahkan oleh kegiatan Jelajah Desa Wisata Ramah Berkendara, sebagai kegiatan yang mengajak komunitas sepeda motor untuk melakukan touring atau berkendara ke desa wisata. Hal tersebut dilakukan, dalam rangka membantu mempromosikan potensi pariwisata dan ekonomi kreatif di desa wisata tersebut.
Baca Juga:
All New Vios Meluncur, Harga OTR Mulai dari Rp314,9 Juta
Agar nantinya sektor ekonomi, sosial, lingkungan dapat tumbuh berkembang dan menjadi salah satu destinasi liburan wisatawan lokal, khususnya pengguna kendaraan bermotor.
(uda)
