Autogear.id - Ducati Panigale V4 S dirilis untuk memenuhi dahaga kaum Ducanisti di tanah air, Sabtu (8/2/2025). Setelah sebelumnya motor premium ini melakukan debut global di World Ducati Week, Italia, tahun lalu.
Panigale V4 S, lahir dari pengembangan motor juara dunia Superbike. Hadir dengan pembaruan desain, teknologi, ergonomi, serta penyempurnaan aerodinamika dan elektronik berkat keahlian Ducati Corse.
CEO Ducati Indonesia, Jimmy Budhijanto mengatakan, Ducati Panigale V4 S merupakan sebuah mahakarya teknologi dan performa yang mendefinisikan ulang standar superbike, untuk memberi kepuasan saat berkendara.
“Panigale V4 generasi ke-7 ini tidak hanya berteknologi canggih dan berdesain indah, tetapi juga diciptakan untuk mewujudkan misi melanjutkan sejarah sukses Ducati Superbikes dengan mengusung tiga nilai utama, yaitu gaya, kecanggihan dan performa,” ucap Jimmy.
Lanjut Jimmy, mereka memahami antusiasme masyarakat Indonesia yang telah menantikan kehadiran motor ini sejak peluncurannya di Italia tahun lalu. Ducati Indonesia akan terus mendukung dan mewujudkan impian para pecinta Ducati untuk segera mengaspal bersama Panigale V4 S di jalanan Indonesia.
Panigale V4 baru menghadirkan sensasi ala pembalap profesional berkat teknologi MotoGP, seperti mesin V4 desmodromik, counter-rotating shaft, serta sasis dan elektronik canggih. Motor ini meningkatkan keterampilan pengendara, memberikan rasa percaya diri, dan mendorong mereka melampaui batas di sirkuit.
Motor Panigale V4 berevolusi mengikuti jejak Ducati di MotoGP, di mana Desmosedici menjadi motor terpopuler di kategorinya. Tujuh dari delapan pembalapnya memenangkan setidaknya satu balapan pada tahun 2023.
Tunggangan Panigale V4 S baru lebih ringan 2 kg (187 kg), dan memiliki tambahan 0,5 hp, meski memenuhi standar Euro5+ yang lebih ketat. Inovasi teknologinya memungkinkan pengendara, dari amatir hingga profesional. Mengurangi waktu lap satu detik lebih cepat di sirkuit Cremona.
Desain Aerodinamis Terintegrasi
Kedatangan generasi ketujuh Ducati, dari model 851 hingga sekarang, menandai titik balik dalam perkembangan superbike Ducati. Beralih dari pendekatan aerodinamis terpisah ke desain terintegrasi. Melalui visi global, di mana profil aerodinamis selaras dalam garis-garis motor.
Fairing baru mengurangi hambatan aerodinamis 4%, memberikan perlindungan lebih baik bagi pengendara dengan menciptakan ‘gelembung’ udara tenang. Sayap ganda yang efisien tetap memberikan downforce yang sama dengan model sebelumnya.
Desain fairing yang lebih mundur membuat motor lebih lincah, sementara perbaikan mudguard dan konveyor di radiator, meningkatkan efektivitas pendinginan, terutama oli.
Desain Panigale V4 baru terinspirasi oleh Ducati 916, menggabungkan elemen ergonomis dan aerodinamis dari Desmosedici GP untuk gaya berkendara di sirkuit. Tampilan sampingnya mencerminkan keseimbangan model 916 dengan layout yang lebih horizontal, mirip dengan motor MotoGP.
Cluster lampu depan terinspirasi oleh garis 916, dengan DRL berbentuk V ganda khas Ducati. Saluran udara kini lebih sederhana, terletak di tengah dan tersembunyi, sementara ekor yang lebih lebar memberi ruang lebih untuk pengendara.
Bentuk Ergonomis
Posisi berkendara Panigale V4 terbaru dirancang untuk meningkatkan dua tujuan utama yaitu aerodinamika pengendara dan kontrol motor di sirkuit. Desain tangki dan jok yang lebih luas memberikan ruang gerak bebas serta memudahkan posisi di fairing, dengan cekungan khusus untuk menghindari gangguan helm.
Area belakang tangki dan desain jok memberikan dukungan optimal saat pengereman dan menikung tanpa membatasi gerakan. Pengendara lebih mudah menahan diri dengan lutut, mengurangi ketegangan lengan dan kelelahan. Footpeg dipindahkan 10 mm lebih dalam untuk meningkatkan jarak ke tanah dan aerodinamika.
Mesin Turun-temurun dari Balap
Panigale V4 baru lebih bertenaga dan ringan, dilengkapi mesin Desmosedici Stradale yang terinspirasi dari mesin MotoGP Ducati. Mesin V4 90° ini memiliki distribusi desmodromik, counter-rotating shaft, dan timing Twin Pulse, menghasilkan suara mirip Desmosedici GP.
Desmosedici Stradale pada Panigale V4 baru memiliki pembaruan distribusi cam dengan profil dan angkatan lebih tinggi. Alternator dan pompa oli sama dengan Panigale V4 R, sementara drum gearbox-nya digunakan pada Superleggera V4. Saluran masuk dengan panjang variabel memiliki jarak aliran lebih besar, 25 mm pada konfigurasi pendek dan 80 mm pada konfigurasi panjang.
Ditenagai mesin Euro5+ yang menghasilkan 216 hp pada 13.500 rpm dan torsi 12,3 Kgm pada 11.250 rpm, angka ini meningkat menjadi 228 hp dengan knalpot balap Ducati Performance oleh Akrapovi?.
Sasis Turun-temurun dari MotoGP
Panigale V4 adalah motor supersport jalan raya terdekat dengan MotoGP. Pada 2022, Francesco Bagnaia mencatat waktu 1m35.8s di Misano, hanya kurang dari 4 detik dari rekor MotoGP 1m31.8s.
Untuk meningkatkan performa, Ducati Corse mengubah kekakuan rangka dan swingarm agar bisa memaksimalkan potensi ban slick baru di Superbike. Dengan mempertahankan cengkeraman pada sudut kemiringan lebih dari 60°, dan kekakuan longitudinal untuk akselerasi dan pengereman optimal.
Ducati mengembangkan Front Frame, dan Ducati Hollow Symmetrical Swingarm baru, yang ringan dan inovatif. Memungkinkan posisi knalpot tetap di bawah mesin, solusi unik untuk motor supersport.
Swingarm baru mengurangi kekakuan lateral (-37%) dan berat, meningkatkan traksi dan feeling pengendara saat akselerasi. Roda belakang lebih ringan 2,7 kg, meningkatkan transfer tenaga ke tanah, sementara roda paduan aluminium pada Panigale V4 S memiliki berat hanya 2,95 kg di depan dan 4,15 kg di belakang.
Front Frame pada Panigale V4 baru lebih ringan (3,47 kg) dan 40% lebih kaku secara lateral, meningkatkan kepercayaan mengambil tikungan. Suspensi elektronik Öhlins NPX/TTX menawarkan penyesuaian lebih luas untuk kenyamanan jalan raya dan performa sirkuit.
Motor ini juga menjadi yang pertama menggunakan kaliper rem Brembo HypureTM, lebih ringan (-60 gram) dan lebih efektif dalam mengelola panas, meningkatkan konsistensi pengereman.
Sistem Race eCBS baru dari Bosch memungkinkan pengendara meniru teknik pembalap profesional, dengan mengaktifkan rem belakang selama pengereman dan menikung. Motor ini dibanderol harga mulai dari Rp1 Miliar on the road Jakarta.
(uda)