Autogear.id - Yamaha Maxi 'Tour Boemi Nusantara' (Turbo), sebagai agenda touring tahunan yang digelar Yamaha Motor Indonesia, boleh dibilang bukan 'kaleng-kaleng'.
Tahun ini, salah satu etape yang dipilih adalah Pulau Borneo, Kalimantan. Tepatnya daerah Kalimantan Tengah (Kalteng), Sabtu (4/7/2026), dengan menggandeng main dealer Yamaha Motor STSJ.
Chief Yamaha Area Kalimantan, Khusnul Faris mengatakan, Yamaha Maxi Tour Boemi Nusantara ini memperkuat market share Maxi Series yang masih nomor satu di Kalimantan.
“Maxi Series untuk Nmax dan Aerox merupakan dua kategori yang cukup dominan, di area Kalimantan, khususnya di wilayah Kalteng,” lanjut Faris di sela-sela kegiatan.
Mengambil titik start dari Kota Sampit, Kotawaringin Timur, menuju finish di Pangkalan Bun, Kotawaringin Barat, Kalteng, melahap rute sejauh lebih kurang 240 Km.
Setidaknya 30 unit skutik premium keluarga Maxi Yamaha, terdiri dari Nmax Turbo, Xmax, Aerox dan Lexi, memulai perjalanan seru bertajuk ‘Borneo Journey Pangkalan Bun 2026’, dengan membelah rute hutan dan perkebunan Kelapa Sawit.
Keseruan sekaligus tantangan mulai terasa sejak awal perjalanan. Berangkat jelang siang, cuaca panas segera menyambut para peserta, yang terdiri dari puluhan media, anggota komunitas dan perwakilan STSJ.
Autogear.id kebagian menunggangi Yamaha Nmax Turbo. Tanpa basa-basi langsung saja tancap gas. Rasakan sensasi kenyamanan yang ditawarkan skutik premium tersebut, dari jalanan lintas Kalimantan yang menantang.
Betapa tidak, rute yang diwarnai banyak trek lurus, cenderung bikin mengantuk. Ditambah lagi panas matahari menyorot tajam.
Melibas aspal yang permukaannya kelihatan mulus, tetapi ternyata banyak 'prank'. Bergelombang tidak terprediksi, malah di sejumlah titik terdapat banyak lubang.

Meski demikian, kepiawaian Nmax dengan teknologi Turbo yang ditawarkan oleh motor di kisaran harga Rp39 jutaan hingga Rp46,9 jutaan OTR Kalimantan ini cukup mumpuni, dalam menghadapi sejumlah tantangan tadi.
Barisan kendaraan dan truk pembawa Kelapa Sawit yang melaju di rute yang sama, dapat dilalui tanpa kendala berarti. Begitupun hembusan angin yang cukup kencang, dari sisi kanan dan kiri jalan, membuat tantangan lebih variatif.
Menggunakan mode berkendara T-Mode (Town Commuting) untuk penggunaan harian yang santai/halus, dan S-Mode (Sport Touring) untuk akselerasi yang lebih agresif secara bergantian, mampu menjadi sebuah solusi.
Tidak ketinggalan, dengan mengoptimalkan fitur Y-Shift, yang memberikan sensasi layaknya dorongan ‘turbo’ secara instan, membuat berkendara menjadi terasa lebih nyaman dan menyenangkan.
Pasalnya, saat tombol Y-Shift ditekan, sistem YECVT (Yamaha Electric CVT) akan menurunkan rasio transmisi secara elektronik. Untuk menahan putaran mesin dan memberikan ledakan tenaga secara tiba-tiba.
Mekanisme kerja sistem ini menggantikan roller mekanis konvensional, dengan aktuator elektronik yang dikontrol Transmission Control Unit (TCU).
Sehingga menghasilkan akselerasi instan, efisiensi bahan bakar lebih optimal, dan respons yang sangat cepat tanpa jeda, untuk menyalip rangkaian kendaraan yang dilalui.
Suspensi Yamaha Nmax Turbo juga dapat diandalkan selama perjalanan touring, lantaran dirancang untuk mengatasi kondisi jalan yang berlubang dan bergelombang.
Dilengkapi suspensi depan teleskopik dan suspensi belakang unit swing, versi Turbo memiliki jarak main (wheel travel) lebih panjang 5 mm, dan pengaturan preload 2 setelan pada suspensi belakang. Memberikan redaman yang lebih nyaman dan meminimalkan gejala mentok alias jedag-jedug.
Malam harinya, peserta Tour Boemi Nusantara Borneo Journey pun finish di Pangkalan Bun. Menyisakan pengalaman berkesan selama perjalanan, yang memang menyajikan beragam tantangan.
(uda)
