Tips Keselamatan Berkendara

Tekanan Ban Menyalahi Rekomendasi? Ini Akibatnya

Jangan sampai bikin repot di kemudian hari, jaga tekanan ban agar tetap sesuai rekomendasi pabrikan. DAM
Jangan sampai bikin repot di kemudian hari, jaga tekanan ban agar tetap sesuai rekomendasi pabrikan. DAM

Autogear.id – Sesaat lagi tradisi mudik balik Lebaran Idul Fitri kembali terselenggara. Diperkirakan jumlahnya akan bertambah, begitupula pemudik yang menggunakan roda dua. Ketika mudik balik menggunakan roda dua, ban motor jadi salah satu komponen yang langsung bersentuhan dengan permukaan jalan. 

Ban berfungsi sebagai penopang beban motor saat berkendara, serta menjadi bagian pendukung kestabilan dan daya cengkeram saat pengereman. Sub Dept. Head Technical Service PT Daya Adicipta Motora (DAM), Ade Rohman menjelaskan, karena pentingnya komponen ban, maka pengendara harus selalu menjaga dan merawatnya. 

“Apalagi ban sebagai komponen fast moving, atau yang paling cepat diganti, dibanding komponen lainnya,” kata Ade. Dijelaskannya, perawatan ban bukan cuma dibersihkan atau hindari benda tajam seperti paku atau jalan rusak. Melainkan perhatikan juga tekanan anginnya, sesuai rekomendasi pabrikan.
 
Beberapa pengendara biasanya mengisi angin berlebih dengan indikator sampai ban terasa keras. Padahal langkah tersebut bisa menyebabkan beberapa efek negatif, yaitu:

Baca Juga:
Pecco Cetak Sejarah Pemenang Pertama Sprint Race MotoGP 2023

 
Ban pecah
Jika tekanan angin ban kurang atau tak sesuai rekomendasi pabrikan, berpotensi terjadi kebocoran hingga ban pecah. Disebabkan adanya defleksi, atau pemuaian angin yang berlebihan pada dinding ban. Penggunaan ukuran, jenis, dan bunga ban juga disesuaikan rekomendasi pabrikan.
  
Ban Aus di Bagian Tengah
Bila motor pengendara mengalami aus hanya di bagian tengah saja, merupakan indikasi kalau ban kelebihan tekanan angin.
 
Ban Benjol
Terkadang muncul benjolan pada beberapa bagian ban. Indikasi jika ban mengalami tekanan angin berlebih. Walaupun bisa juga disebabkan oleh ban yang memiliki material kurang baik. Atau ban hasil re-use dari ban bekas, semacam ban vulkanisir.
 
Ban Licin
Hadapi jalanan licin saat hujan atau jalan penuh kerikil, kalau ban dengan tekanan berlebih bisa membuat motor sering tergelincir atau kurang stabil. Pasalnya, area permukaan ban yang menempel pada area permukaan jalan lebih sedikit, sehingga traksi kurang optimal. Lalu bagaimana kalau ban kekurangan tekanan angin? Dijelaskan Ade biasanya terjadi karena beberapa masalah, seperti bocor halus akibat usia pakai. Atau ban tipe tubeless yang terkena paku. 

“Walaupun masih biasa dipakai berkendara, tapi seiring waktu berjalan, tekanan angin di dalam ban akan terus berkurang,” terangnya. Lanjut Ade, jika hal tersebut dibiarkan akan menyebabkan beberapa efek negatif, seperti:

Baca Juga:
Bintang Emon dan Omesh Berbagi 3 Tips Penting jika Ingin Mudik

Ban Retak
Kondisi ban retak-retak di bagian samping, sebagai indikasi kalau ban yang digunakan kurang tekanan angin. Lama-lama retakan bisa menyebabkan ban sobek dan tak bisa digunakan lagi.
 
Ban Gundul di Bagian Samping
Indikasi ban motor kurang tekanan angin adalah gundul di bagian samping ban, karena tekanan tidak merata.

Susah Belok
Sewaktu kurangnya tekanan angin pada ban, kemudi terasa berat ketika berbelok atau bermanuver. Akibat permukaan ban yang menempel pada area jalan lebih banyak. Ditambah lagi beban pada motor juga jadi berlebih, sehingga saat dikendarai motor pun sulit dikendalikan.
 
Bahan Bakar Lebih Boros
Kurang tekanan angin pada ban bisa menyebabkan konsumsi bahan bakar menjadi lebih boros. Itu karena kinerja mesin yang menerima beban berlebih. Kerusakan yang terjadi akibat kurang tekanan bukan cuma pada bannya saja, tapi bisa berpotensi kerusakan pada komponen lain. Seperti velg serta suspensi depan dan belakang.

Baca Juga:
Bastiannini Bantu Marquez Start dari Posisi Pole?

 
“Mengetahui berapa ukuran standar tekanan ban, bisa dilihat pada label stiker yang biasanya terletak di bagian belakang untuk tipe sport. Dan di bagian depan dekat leher setang kemudi, untuk motor matic,” imbuh Ade.


(uda)