Kendaraan Listrik

Motor Listrik Bertarung Ketat, Molindo Andalkan Baterai Tanam

Molindo pilih sistem baterai tanam di sepeda motor listriknya demi alasan keamanan. AG-Uda
Molindo pilih sistem baterai tanam di sepeda motor listriknya demi alasan keamanan. AG-Uda

Autogear.id - Berbicara soal gempuran kendaraan listrik di Indonesia, sepertinya sudah jadi hal yang bakal semakin besar. Kita bisa melihat dari beberapa pameran otomotif yang menampilkan kendaraan listrik, ragam produsen motor listrik kian bermunculan dan memaparkan produk andalan mereka. Demi alasan jangka panjang, tentu dibutuhkan kejelian jika berniat membeli kendaraan ini.

Molindo pun tak ingin sekadar bermain lantaran mereka ingin lebih fokus memberikan perhatian terhadap konsumen yang ingin kendaraan listrik namun punya performa, kenyamanan dan durabilitas mumpuni. Mereka pun mulai intensif membuka jaringan yang berawal dari Jawa Timur yang menjadi lokasi pabrik perakitan mereka.

"Kami sangat serius dalam kendaraan listrik dan elektrifikasi otomotif di Indonesia. Itu jugalah yang membuat kami sangat konsen dengan performa, kenyamanan hingga kemudahan sistem operasional kendaraan listrik yang kami produksi. Terutama kemudahan untuk melakukan pengisian baterai di rumah dengan daya yang kecil yaitu listrik 900 watt. Itu sudah bisa menikmati sistem pengisian 3-4 jam hingga penuh dan bisa digunakan sejauh 70 km," ujar Direktur Utama PT Mobil Listrik Indonesia (Molindo), H. Setiajit kepada Autogear.id pada Jumat (11/11/2022) Serpong, Tangerang.

Baca Juga:
BBM Satu Harga, Cara Negara Menyatukan Keragaman di Indonesia

Ia juga menegaskan bahwa keseriusan mereka dalam menggarap pasar kendaraan listrik di Indonesia juga disertai dengan riset yang mendalam soal kebutuhan masyarakat di Indonesia. Di antaranya adalah tingkat kandungan komponen lokal di kendaraan yang mereka produksi sudah mencapai lebih dari 45 persen. Di antaranya adalah rangka, jok dan beberapa komponen yang sudah diproduksi secara lokal. 

"Kami punya positioning yang jelas soal kendaraan listirk ini. Tidak bisa dibandingkan ini mahal, ini murah, karena kunci dari kendaraan listrik itu adalah baterainya yang mumpuni. Kami sudah menggunakan baterai lithium dan berani dijamin hingga penggunaan 2 tahun. Saya pikir ini adalah hal yang penting, karena komponen inilah yang paling mahal di kendaraan listrik."

Andalkan Baterai Tanam
Berbicara soal sepeda motor listrik, tentu banyak opsi untuk membuatnya bisa beroperasi. Terutama soal cara produsen motor listrik itu memberlakukan penggunaan baterainya. Ada yang menggunakan sistem swap (ganti baterai) ada punya yang menggunakan sistem charging untuk baterai tanam. Molindo sendiri memilih item yang kedua atau baterai tanam dengan alasan lebih aman.

"Demi alasan keamanan, kita pilih untuk menggunakan baterai tanam. Ini lebih kokoh bisa bikin penggunaannya juga lebih awet karena jadi minim getaran, kemudian kita bisa mengontrol sendiri sejarah penggunaannya. Di pabrikan juga lebih mudah untuk menganalisa jika terjadi masalah, sehingga garansi terhadap baterai bisa kami lakukan."

Baca Juga:
Piaggio Hadirkan Kembali Generasi Terbaru Keluarga Roda Tiga

Setiajit melanjutkan bahwa saat ini terdapat 5 varian sepeda motor yang mereka pasarkan dengan kapasitas baterai yang sama yaitu 72V/20A, menggunakan motor listrik 1000 & 2000 Watt Brushless DC (tergantung tipe) dan memiliki banyak fitur serta digitalisasi. Motor listrik ini memakan  energi kurang lebih total 2,6 Kwh selama 4 jam untuk charget full baterai, bisa menempuh 60-70 KM. Artinya Anda hanya butuh total biaya listrik maksimal Rp4000 untuk jarak tempuh segitu.

Hingga saat ini, mereka sudah memiliki jaringan yang cukup luas di hampir setiap kota di Jawa Timur sebagai basisnya, lalu di Jakarta dan Tangerang, kemudian di Sulawesi juga ada. Untuk varian harga yang mereka tawarkan mulai dari Rp19 jutaan hingga Rp28 jutaan. Penasaran? Silakan jajal langsung produknya. 


(uda)