Tips Perawatan Motor

7 Resep Ampuh agar Motor Tetap Oke Usai Diajak Mudik

Perawatan motor pasca melakukan mudik, perlu melakukan pemeriksaan terhadap 7 hal berikut. AHM
Perawatan motor pasca melakukan mudik, perlu melakukan pemeriksaan terhadap 7 hal berikut. AHM

Autogear.id – Motor jadi salah satu moda transportasi yang digunakan, untuk merayakan dan menikmati keseruan momen mudik Lebaran ke kampung halaman. Pengguna motor rela menempuh jarak puluhan hingga ratusan kilometer, untuk merasakan kemeriahan Lebaran bersama handai taulan. Terbayangkan, bagaimana kondisi motor setelah diajak touring.

Kelar dipakai banyak aktivitas dan perjalanan jauh, ada beberapa hal perlu diperhatikan dari motor, supaya kondisinya tetap prima. “Pengecekan motor yang telah dibawa jalan jauh bukan semata menjaga performa, tapi juga keselamatan pengendara dalam menggunakan motor kesayangan,” tutur Technical Service Division (TSD) PT Astra Honda Motor (AHM), Endro Sutarno.

1. Cuci Motor
Dalam hal mencuci motor, sebenarnya tak perlu menunggu usai dipakai perjalanan jauh. Memang, setelah touring, tak dipungkiri motor cenderung jauh lebih kotor. Menempel di body atau sejumlah bagian sulit dijangkau, seperti area mesin dan bawah motor. 

Menghindari kerak menempel, sebaiknya segera dicuci. Bilas seluruh bagian terlebih dahulu, untuk merontokan kotoran menempel. Usap seluruh bagian motor dengan sabun khusus dan spon lembut. Bersihkan bagian yang sulit dijangkau dengan sikat. Setelah itu bilas dengan air bersih, dan lap hingga kering. 

Baca Juga:
Ducati Bakal Umumkan Skuad Baru di Juni 2022, Bagaimana Nasib Miller?

2. Ganti Oli
Disarankan untuk melakukan penggantian oli, setelah perjalanan jauh. Demi menjaga performa tunggangan tetap prima. Penggantian oli mesin direkomendasikan setiap 4.000 km atau sesuai jadwal di buku service.

Selain oli mesin, perlu juga dicek oli gear, terutama di motor transmisi matic. Sementara oli matic masa pergantiannya setiap 8.000 km per 2 tahun.     

3. Cek Filter Udara
Setelah perjalanan jauh, umumnya banyak kotoran atau debu menempel pada motor, termasuk pada filter udara. Kondisi saringan udara yang kotor, berisiko bikin motor jadi tak bertenaga, serta boros bahan bakar.                 

Lakukan pengecekan filter udara dan ganti dengan yang baru, bila kondisinya sangat kotor. Penggantian dilakukan setiap 12.000 km, dan pengecekan sebaiknya dilakukan lebih sering jika motor dikendarai di daerah basah atau berdebu.                  

4. Periksa Busi
Pemeriksaan busi motor setiap 4000 Km, dan ganti setiap 8000 Km. Jika dalam keadaan bagus, cukup lakukan pembersihan busi sendiri. Tapi bila ada sedikit indikasi busi mengalami kendala, baiknya ganti dengan busi ori baru.   

Baca Juga:
8 Hal Ini Wajib Dicek Usai Mudik Lebaran

5. Pastikan Fungsi Rem Normal
Sistem pengereman berfungsi sebagai pengendali kecepatan, sehingga memiliki peran penting dalam sektor keselamatan. Intensitas pengereman yang tinggi ketika perjalanan jauh, membuat komponen ini cepat aus, khususnya kampas rem menipis.

Bila seperti itu, segera ganti dengan yang baru. Jika kondisi masih bagus, tetap perlu dibersihkan. Supaya lini pengereman terhindar dari kotoran atau pasir penghambat proses pengereman. 

6. Intip Kondisi Ban
Mengecek kondisi tekanan angin serta kondisi ban secara rutin, menjadi kunci berkendara aman dan nyaman. Ban tipis karena habis terpakai berbahaya bagi pengendara. Idealnya periksa kondisi ban setiap 4000 km, jika kurang bagus segera ganti sesuai spesifikasi tekanan udara.          

7. Pantau Gear Sprocket dan Rantai
Bila mengendarai motor tipe transmisi manual, cek kondisi gear dan rantainya, apakah kendor atau terlalu kencang. Kalau terlalu kendor atau kencang, dapat berbahaya, merusak beberapa sistem gear. Tipe matic, periksa bagian CVT dan V-Belt. Pengecekan dilakukan setiap 8000 Km, dan penggantian V-Belt setiap 24.000Km.


(uda)