Pameran Otomotif

IIMS Siapkan Skenario Khusus jika Kasus Omicron Meledak

Penyelenggaraan pameran IIMS bakal disusun dalam beberapa skenario jika kasus Omicron meledak di Feruari. Dok Autogear
Penyelenggaraan pameran IIMS bakal disusun dalam beberapa skenario jika kasus Omicron meledak di Feruari. Dok Autogear

Autogear.id - Kenaikan kasus baru Covid-19 varian omicron di Tanah Air, dikatakan sudah lebih 500 kasus harian. Bahkan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia memperkirakan pada pertengahan Februari hingga Maret 2022 akan jadi momen peningkatan kasus terbesar untuk varian terbaru ini.

Penyelenggara pameran Indonesia International Motor Show (IIMS) 2022 yaitu Dyandra Promosindo, tentunya tak ingin berdiam diri begitu saja. Meski sudah berharap dan berdoa agar peningkatan kasus omicron tak terjadi di Indonesia, namun mereka sudah menyiapkan skema dan skenario khusus jika izin pameran tak keluar.

"Ya, seperti tahun-tahun sebelumnya, kami sudah menyiapkan skenarion khusus untuk membuat pameran ini tetap terlaksana. Kami pastinya harus menghargai keputusan pemerintah terutama dalam hal penanganan pandemi. Makanya sudah ada rencana untuk memundurkan jadwal pameran ke Maret atau April tahun ini juga," ujar Presiden Direktur PT Dyandra Promosindo, Hendra Noor Saleh saat berbicara kepada Autogear.id.

Pria yang akrab disapa Kohen ini pun menegaskan bahwa format acara yang akan mereka gelar, sudah dipastikan akan mengundang keramaian lantaran berbagai komunitas juga akan hadir di sana. Hal ini dipastikan terjadi, lantaran beberapa tahun sejak pandemi terjadi, pameran diselenggarakan dengan pengunjung yang agak dibatasi pergerakannya.

Baca Juga:
Penglihatan Sudah Oke, Marquez Turun di Tes Pra-Musim Sepang

Meski menjanjikan keramaian di momen pameran IIMS nanti, namun mereka juga tidak abai soal komitmen menjaga keselamatan dan kesehatan para pengunjung di sana. Pria yang pernah menjabat sebagai pemimpin media massa di bawa Kompas Gramedia Group itu lantas menegaskan soal penempatan satgas Covid-19 di banyak titik saat pameran berlangsung.

"Makanya kami bekerja sama dengan beberapa mahasiswa sebagai volunteer untuk membuat pameran berlangsung aman buat semua pengunjung. Kami bahkan mengambil mahasiswa dari seluruh Indonesia untuk memberikan mereka pengalaman sebagai panitia di momen pameran berskala internasional."

Namun mereka belum menegaskan soal penyelenggaraan pameran secara hybrid. Apakah akan seperti tahun sebelumnya atau punya konsep yang lebih canggih? Kita lihat saja nanti.


(uda)