Penjualan Kendaraan Niaga

Bukan Kaleng-Kaleng, Rajai Pasar Truk Ringan Fuso Geber Euro4

Data Gaikindo memperlihatkan, truk ringan atau light duty truck (LDT) masih mendominasi penjualan. Truk lansiran Mitsubishi Motors, Fuso Canter FE, tercatat mendominasi penjualan dengan merebut pangsa pasar 35,4 persen, atau terjual sebanyak 32.804 unit.
Data Gaikindo memperlihatkan, truk ringan atau light duty truck (LDT) masih mendominasi penjualan. Truk lansiran Mitsubishi Motors, Fuso Canter FE, tercatat mendominasi penjualan dengan merebut pangsa pasar 35,4 persen, atau terjual sebanyak 32.804 unit.

Autogear.id – Sejumlah pihak mengatakan, dikhawatirkan resesi global tahun ini bakal melanda dunia. Beberapa elite politik di Tanah Air bahkan juga sempat melontarkan pernyataan di media massa, kalau tahun 2023 Indonesia dibayang-bayangi kegelapan ekonomi. Untungnya tidak semua insan di Bumi Pertiwi ini beranggapan demikian. 

Masih jauh lebih banyak yang optimistis dan percaya. Kalau Indonesia dengan dukungan Tuhan Yang Maha Esa, dan segala kemampuan yang ada, dapat mengantisipasinya. Ranah otomotif salah satunya, yang masih yakin Indonesia akan baik-baik saja. Dalam hal ini di lini commercial vehicle atau kendaraan niaga, khususnya di segmen truk, dengan berbekal capaian tahun kemarin.

Dikatakan, sepanjang 2022 penjualan truk di Indonesia meningkat 27 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Merunut dari data penjualan Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), sepanjang 2022 penjualan truk ke dealer atau wholesales, tembus di angka 92.634 unit. Berarti jumlah tersebut melonjak cukup tinggi dibanding 2021, yang berada di angka 72.900 unit.

Hasil penjualan truk tentunya sangat terkait dengan kondisi ekonomi secara nasional. Melihat dari data yang ada di lapangan, tergambarkan kalau ekonomi Indonesia terus menunjukkan peningkatan dari kuartal ke kuartal. Melirik pada kuartal pertama, ekonomi tumbuh 5,01 persen, sementara kuartal kedua tumbuh 5,44 persen, dan ketiga naik menjadi 5,72 persen.

Baca Juga:
Awas Turun Mesin! Kenali 7 Ciri Filter Bensin Mobil Wajib Ganti

Dijelaskan Ketua I Gaikindo, Jongkie Sugiarto, mengutip dari salah satu media online di Jakarta, pertumbuhan ekonomi disebabkan oleh beberapa sektor. Mulai dari sektor konsumsi, baik konsumsi rumah tangga maupun sektor manufaktur pengolahan. “Kemudian didukung pula oleh pertumbuhan sektor komoditas perkebunan, tambang, sampai sektor otomotif. Alhasil, seiring pertumbuhan ekonomi tadi, maka permintaan truk pun terus meningkat,” paparnya beberapa waktu lalu.

Data Gaikindo memperlihatkan, truk ringan atau light duty truck (LDT) masih mendominasi penjualan. Truk lansiran Mitsubishi Motors, Fuso Canter FE, tercatat mendominasi penjualan dengan merebut pangsa pasar 35,4 persen, atau terjual sebanyak 32.804 unit. Mengejar di belakangnya adalah truk Isuzu Motor yakni NMR 71T SDL, masih dalam kategori yang sama, terjual sebanyak 10.121 unit dan menggaet pangsa pasar 10,9 persen. 

Posisi ketiga ditempati truk Hino 136 HD, setelah terlego sebanyak 9.122 unit. Masuk peringkat keempat, masih ditempati merek Hino, lewat varian truk FM 280 yang terjual 7.168 unit. Sedangkan tempat kelima, disabet lagi oleh truk Isuzu NLR55, setelah mengumpulkan jumlah penjualan sebesar 3.352 unit.

Rajai Pasar Truk Ringan Lewat Kontribusi Euro4
Apa yang diraih Mitsubishi Fuso diakui tak lepas dari teknologi common rail berstandar Euro4. Mesin 4V21 untuk Canter dikatakan dapat menghasilkan tenaga mesin maksimal, torsi lebih tinggi di range rpm lebih panjang, sehingga performanya lebih optimal. Selain itu, teknologi Exhaust Gas Recirculation, Positive Crankcase Ventilation, dan Diesel Oxidation Catalyst Muffler-nya mampu menurunkan kadar emisi NOx (Nitrogen Oxide). 

Baca Juga:
Merawat Jaket, Jangan Ditaruh Di Bawah Jok Motor

Membuat emisi gas buang kendaraan lebih ramah lingkungan. Beberapa varian Fuso Canter, seperti Canter FE 71, FE 71 Long, FE 74 dan FE 74 Long banyak diminati pelanggan, terutama bidang logistik. Dengan sejumlah penyempurnaan teknis, Fuso Euro4 Canter FE 71 dan FE 71 Long menjadi pilihan tepat pendukung bisnis konsumen.

Truk Fuso Canter FE 71 tipe panjang dengan ROH yang telah dimelarkan dari 1,3 m menjadi 2,0 m. Sehingga panjang totalnya menjadi 6,4 m, membuatnya memiliki volume angkut yang lebih besar. Sementara Fuso Euro4 Canter FE 74 dan FE 74 Long dikatakan memiliki torsi terbesar di kelasnya. Membuat performa mesinnya menjadi lebih efisien. 

Sementara torsi maksimal 43 kg.m pada 1500 rpm, dengan Cab to End hingga lebih dari 5,8 m untuk varian FE 74 Long menawarkan lebih banyak volume muatan. Diakui salah satu pelanggan setia Fuso di wilayah Jabodetabek, PT Agung Solusi Trans. Dalam keterangannya, Manajer Operasional PT. Agung Solusi Trans Edi Cahyono menyampaikan, sudah lama perusahaannya mempercayakan kendaraan niaga mereka kepada Mitsubishi Fuso.

Lanjut Edi, ketika kebijakan standar emisi Euro4 dimulai, pihaknya masih mengandalkan unit Mitsubishi Fuso untuk disewakan kepada pelanggan. “Mengingat pengalaman sebelumnya, tentang kualitas produk, layanan purna jual termasuk layanan bengkel 24 jam dan ketersediaan suku cadang yang baik, serta jaringan bengkel terluas, kami mempercayakan Mitsubishi Fuso terus-menerus sebagai mitra bisnis,” urainya.

Baca Juga:
Membeli Mobil Bekas Pastikan Lolos Inspeksi dan Bergaransi

Mayoritas permintaan end user dari perusahaan yang berpengalaman 40 tahun menjalankan bisnis rental, baik mobil komersial maupun penumpang ini, untuk kendaraan niaga adalah Mitsubishi Fuso. “Beberapa pelanggan kami beralasan, seperti mudah dioperasikan, lebih irit, perawatan mudah dan harga jual kembali yang tinggi sebagai pertimbangan mereka dalam memilih Mitsubishi Fuso,” katanya.

Mengaku sangat berhati-hati dalam memilih mitra bisnis, untuk kendaraan niaga, perusahaan tersebut telah mempercayakan Mitsubishi Fuso sebagai mitra untuk mendukung bisnisnya, dan telah memesan 119 unit produk Fuso Euro4.


(uda)